Narasiriau.com -Tembilahan, -Agenda Kunjungan Kerja Pimpinan Kemendikbudristek RI Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Riau terkait Program Prioritas Tahun Anggaran 2022, Berlangsung diruang kerja lantai 4 Kantor bupati Indragiri Hilir, Selasa (19/7/22)
Menindaklanjuti Surat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Balai Guru Penggerak Provinsi Riau Nomor: 345/87.9/KP/2022 tanggal 14 Juli 2022, tentang Kunjungan Kerja Pimpinan
Agenda Kunjungan Kerja Pimpinan Kemendikbudristek RI Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Riau terkait Program Prioritas Tahun Anggaran 2022 tersebut dilakukan Audiensi dengan Bapak Bupati dan mengunjungi Satuan Pendidikan yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka (IKM) dengan pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka Berubah/Merdeka Berbagi serta Satuan Pendidikan Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan jenjang SMP.
Tujuan audiensi ini sendiri adalah untuk melaksanakan testimoni dukungan dari implementasi kurikulum merdeka, sekolah penggerak dan guru penggerak dalam Kab. Inhil di seluruh satuan pendidikan Kab. Inhil serta penandatanganan fakta dukungan untuk mensukseskan peningkatan mutu pendidikan oleh Bupati Inhil.
Sebagai informasi untuk di Kab. Inhil sendiri saat ini sudah terdapat 45 sekolah penggerak dengan 76 orang guru penggerak yang tersebar di berbagai sekolah dalam wilayah Kab. Inhil.
Bupati Inhil sendiri dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam mendukung program kegiatan ini.
"Saat ini pemerintah sedang menghimpun dalam satu aplikasi dashboard yaitu Inhil satu data dan kedepan diharapkan informasi mengenai data, baik sekolah maupun guru penggerak dan kurikulum merdeka dapat terhimpun di dalamnya", ucap Bupati.
"Semoga apa yang menjadi cita - cita dan harapan kita bersama di dalam mewujudkan apa yang kita inginkan didalam mensosialisasikan dan memajukan dunia pendidikan terutama di Kab. Inhil dapat terealisasi", harap Bupati.
Sebelum mengakhiri arahannya, Bupati juga meminta kepada Dinas Pendidikan untuk dapat memberikan reward kepada sekolah - sekolah dan guru penggerak sehingga tenaga pengajar dapat termotifasi di dalam menerapkannya.
Reporter : Ade Prasetya